Rabu, 06 Oktober 2010

Ciri-ciri PTK



1.      Pengkajian masalah situasional dan kontektual pada perilaku seseorang atau kelompok orang. Artinya, solusi terhadap masalah-masalah yang digarap di dalam suatu kegiatan PTK tidak untuk digeneralisasi secara langsung. Jadi, setiap masalah yang muncul harus segera dicarikan solusinya untuk saat itu dan untuk kondisi dan konteks saat itu pula. Tidak harus menunggu suatu cara penyelesaian yang dapat berlaku umum di setiap situasi, kondisi, dan konteks. Namun demikian, tidak berarti bahwa PTK tidak dapat menemukan solusi yang bersifat general. Dari kegiatan PTK yang berkesinambungan dan terorganisasi dengan baik, maka pola solusi umum untuk beberapa masalah akan muncul atau nampak. Sehingga, generalisasi hasil suatu kegiatan PTK mungkin juga dicapai tetapi setelah melalui beberapa kegiatan PTK.

2.      Ada tindakan. Perbedaan yang mencolok antara PTK dengan penelitian-penelitian lainya adalah harus ada tindakan perbaikan yang dirancang untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat itu dalam konteks dan situasi saat itu pula. Tindakan (action) ini benar-benar dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi, bukan untuk mengembangkan atau menguji sebuah teori, dan juga tidak dimaksudkan untuk mencari solusi yang berlaku umum disetiap situasi dan kondisi. Jadi tidak perlu ada generalisasi hasil PTK.

3.      Penelaahan terhadap tindakan. Di samping adanya tindakan, dalam PTK tindakan yang dilakukan tadi harus ditelaah: kelebihan dan kekurangannya, pelaksanaannya, kesesuaiannya dengan tujuan semula, penyimpangan yang terjadi selama pelaksanaan, dan argumen-argumen yang muncul selama pelaksaan. Telaahan terhadap tindakan ini dilakukan pada saat observasi.

4.      Pengkajian dampak tindakan.  Dampak dari tindakan yang dilakukan harus di kaji apakah sesuai dengan tujuan, apakah memberi dampak positif lain yang tidak diduga sebelumnya, atau bahkan menimbulkan dampak negatif yang merugikan peserta didik.

5.      Dilakukan secara kolaboratif. Mengingat kompleksitas pelaksanaan suatu PTK, maka ada baiknya jika PTK ini dilaksanakan secara kolaborasi. Kolaborasi dapat dilaksanakan antara guru dengan dosen LPTK, antara guru dengan guru lain yang bidang studinya baik sama ataupun tidak sama, atau bahkan antara guru dengan siswa.


Perbedaan antara PTK dan non PTK:

PENELITIAN NON-PTK

PTK

Dilakukan oleh orang dari luar.

Dilakukan oleh guru.

Selalu memperhatikan populasi dan sampel.

§  Tak dikenal istilah populasi dan sampel.

§  Kurang memperhatikan ukuran/kerepresentatifan sampel.

validitas & reliabilitas Instrumen harus dikembangkan dan diuji.

Instrumen cukup memiliki validitas isi.

Menuntut penggunaan analisis statistik yang kompleks

Tak digunakan analisis statistik yang rumit.

Sering memerlukan pembanding atau kelas kontrol

Tidak memerlukan kelas kontrol sebagai pembanding keberhasilan.

Mempersyaratkan hipotesis penelitian.

Tidak selalu menggunakan hipotesis penelitian (kecuali yang berkaitan dengan uji teori)

Tujuannya untuk:

§  Mengembangkan pengetahuan umum (teori)

§  Tidak langsung memperbaiki praktik pembelajaran

Tujuannya untuk:

§  Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung.
§  Memperbaiki mutu proses pembelajaran.

Format Proposal PTK :
1.   Judul
2. Masalah dan Latar Belakang Masalah
3. Cara Pemecahan Masalah
4. Tujuan Penelitian dan Manfaat
5. Kerangka Teoritis & Hipotesa Tindakan
6. Rencana Penelitian
a. Setting & Karakteristik Subyek Penelitian
b. Faktor-faktor yang diselidiki
c. Rencana Tindakan
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Observasi dan Evaluasi
4. Analisis dan Refleksi
d. Data dan Cara Pengambilannya
e. Indikator Kinerja
f. Tim Peneliti dan Tugasnya
7. Jadwal Penelitian
8. Rencana Anggaran
9. Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

a.    Judul.
Sebaiknya judul untuk proposal PTK mengandung tiga hal, yaitu:
·           Mengandung masalah yang akan diteliti/diatasi.
·           Tindakan yang akan digunakan untuk mengatasi masalah.
·           Seting PTK. Di kelas berapa PTK akan dilakukan, semester kapan, sekolah mana, tahun ajaran kapan.
b.   Masalah dan Latar Belakang Masalah.
·           Masalah PTK
Masalah yang akan diteliti/diselesaikan harus merupakan masalah guru sehari-hari yang muncul di dalam satu kelas tertentu. Jadi bukan masalah yang dirancang untuk uji-coba atau pemodelan. Tetapi harus merupakan masalah pembelajaran langsung dari kelas itu.
·           Latar Belakang Masalah.
·           Harus menjelaskan mengapa kira-kira masalah itu muncul di kelas itu. Ceritakan keadaan kelas itu, seperti jumlah siswa total, jumlah siswa laki-laki dan perempuan, tingkat kecerdasan siswa, prestasi sehari-hari siswa, lingkungan sekolah, dan sebagainya yang sangat terkait langsung dengan masalah yang akan diselesaikan.
c.    Cara Pemecahan Masalah.
Jelaskan bagaimana masalah pembelajaran itu akan diselesaikan, berapa siklus PTK akan dilaksanakan. Tindakan apa yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah. Jelaskan bagaimana cara pelaksanaan tindakan.
d.   Tujuan PTK dan Manfaat PTK.
·           Tujuan.
Jelaskan tujuan pelaksanaan PTK. Tentu tujuan PTK ini adalah untuk menyelesaikan atau mengatasi masalah pembelajaran di kelas. Jelaskan masalah apa yang akan diselesaikan dan seberapa jauh masalah itu akan dituntaskan.
·           Manfaat PTK.
Jelaskan manfaat PTK untuk siswa, untuk guru, dan untuk sekolah.
e.    Kerangka Teori dan Hipotesa Tindakan (bukan Hipotesa Penelitian).
Apa yang harus dijelaskan dalam kerangka teori adalah tentang apa tindakan yang digunakan untuk mengatasi masalah, bagaimana tindakan itu harus dilaksanakan, apa kelebihan atau kekuatan tindakan yang dipilih, apa pula kelemahannya, terakhir tentutakan mana yang lebih banyak apakah kelebihannya atau kekurangannya, dan apakah kelebihan itu sesuai dengan masalah yang akan diatasi.
b.   Rencana Penelitian.
a.         Seting dan karakteristik sujek PTK.
Jelaskan seting PTK seperti yang tertuang dalam judul PTK dan jelaskan pula karakteristik subjek penelitian, seperti karakteristik siswa, kelas, lingkungan kelas/sekolah, dan sebagainya.
b.        Faktor-faktor yang diteliti.
Jelaskan faktor apa saja yang akan diteliti. Pihak guru, faktor apa saja yang akan dilihat/diteliti. Pihak siswa, faktor apa saja yang akan dilihat dan diteliti, dan tentang interaksi siswa-siswa, serta interaksi siswa-guru faktor apa saja yang akan diteliti.
c.         Rencana Tindakan.
Jelaskan jenis tindakan yang akan digunakan dan untuk berapa siklus. Sebutkan rencana tindakan untuk setiap siklus. Upayakan jenis tindakan di tiap siklus tidak sama.
d.        Jenis Data dan Cara Pengumpulan data.
Jelaskan jenis data yang akan dikumpulkan sebagai bahan refleksi dan analisa data. Apa saja data kualitatif dan apa pula data kuantitatif yang akan dikumpulkan. Lalu jelaskan pula bagaimana data itu akan dikumpulkan selama kegiatan PTK dan dengan menggunakan instrumen apa.
e.         Indikator Kinerja PTK.
Indikator kinerja PTK adalah ukuran ketuntasan kegiatan PTK. Jika dalam suatu siklus indikator kinerja sudah dicapai, maka kegiatan PTK dapat berakhir setelah refleksi pada siklus tersebut. Penentuan indikator kinerja PTK sangat bergantung pada kualitas dan karakteristik subjek penelitian, serta sangat bergantung pada besar- kecilnya masalah PTK. Tentukanlah indikator kinerja secara proporsional dan profesional.
f.         Tim Peneliti dan Tugasnya
Jelaskan siapa ketua peneliti dan apa tugasnya, serta siapa saja yang menjadi anggota dan apa pula tugas masing-masing anggota.
c.       Jadwal PTK
Buat jadwal kegiatan PTK yang rasional. Tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat. Sesuaikan dengan besar-kecilnya masalah PTK.
d.      Rencana Anggaran.
Tuangkan dalam bentuk matrik anggaran sesuai dengan pedoman yang diminta.
e.       Daftar Pustaka.
Tuliskan semua buku sumber terutama yang dijadikan bahan untuk kajian teori.
f.       Lampiran-lampiran.
Lapirkan biodata Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti.

Jenis-jenis tindakan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran di antaranya adalah:
1.   Macam-macam metode pembelajaran, seperti: metode ceramah, metode tanya-jawab, metode diskusi, metode demosntrasi, metode eksperimen, metode permainan, cara belajar siswa aktif (CBSA) atau active learning, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), metode problem solving, dan lain-lain.
2.   Macam-macam pendekatan, seperti: pendekatan konsep, pendekatan proses, pendekatan inkuiri, pendekatan konstruktivis, pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning), Pendekatan keterampilan proses, pendekatan STM (Sains, teknologi dan masyarakat), dan pendekatan lainnya.
3.   Macam-macam media, seperti: charta, bagan, model tubuh manusia, model organ manusia, peta, Tape Player, transparan/OHP (Over Head Projector), Film Strip, Film pembelajaran/pendidikan, slide proyektor, audi-video, TV Pendidikan, Laboratorium bahasa, laboratorium IPA, Laboratorium Matematika, Laboratorium IPS, Multimedia berbasis komputer, Internet, alat olah raga, sarana dan prasarana olah raga, laboratorium tataboga, laboratorium tatabusana, dan lain-lain.
4.   Macam-macam alat peraga: seperti alat peraga untuk demonstrasi, alat  peraga untuk eksperimen/percobaan, globe, peta bintang, peta langit, model tatasurya, teropong bintang, dan lain sebagainya.
5.   Model-model pembelajaran, seperti model PAKEM, Model Discovery learning, Model Cooperative Learning, Model CBSA, Model Lesson Study, model Problem solving, model Inkuiri, dan sebagainya.


Perencanaan pembelajaran dalam PTK terdiri atas:
a.    menyiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
b.   merencanakan skenario pembelajaran (langkah-langkah pembelajaran) sesuai dengan tindakan yang telah dipilih,
c.    menyusun instrumen evaluasi pembelajaran (Soal latihan, soal pre-post test, tugas, pekerjaan rumah, dan sebagainya.
d.   Menyiapkan alat dan bahan pembelajaran yang sesuai dengan jenis tindakan yang dipilih.
e.    Menyiapkan instrumen observasi, seperti catatan lapang (field note), dan/atau format observasi.
f.    Meyiapkan alat bantu observasi, seperti tape recorder, camera foto, kamera video, dan sebagainya.
g.   Menetapkan faktor-faktor yang akan diobsevasi/diteliti. Contoh:
§  Faktor guru:
Ø  apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan skenario yang disepakati di awal?
Ø  Apakah pelaksanaan tindakan sesuai dengan aturan main dari tindakan itu.
Ø  Apakah guru melaksanakan proses pembelejaran sesuai dengan teori pemebelajaran yang dipilih.
§  Faktor siswa:
Ø  Respon siswa terhadap materi pelajaran.
Ø  Respon siswa terhadap pertanyaan guru.
Ø  Antusiasme siswa dalam mengerjakan latihan dan tugas.
Ø  Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa.
Ø  Jumlah siswa yang aktif bertanya.
Ø  Jumlah siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru.
Ø  Jumlah siswa yang kurang/tidak memperhatikan guru.
Ø  Kondisi pembelajaran, apakah menyenangkan, menegangkan, membuat ngantuk, monoton.
§  Faktor interaksi:
Ø  Interaksi antar siswa
Ø  Interaksi atara siswa dengan guru
Ø  Aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Ø  Sosiogram (peta interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru selama proses pembelajaran berlangsung).
Ø  Dan sebagainya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar